Din Syamsuddin dan Jusuf Kalla sampaikan duka cita atas wafatnya pejuang Hamas
Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ketua Biro Politik Gerakan Hamas, Ismail Haniyeh, pada Rabu (30/7) dini hari.

Elshinta.com - Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ketua Biro Politik Gerakan Hamas, Ismail Haniyeh, pada Rabu (30/7) dini hari.
Hal itu disampaikan Ketua Komite Pengarah ARI-BP Din Syamsuddin saat menggelar konfrensi pers di kawasan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (30/7) malam
Din Syamsuddin pun mengajak umat muslim untuk melaksanakan salat gaib bersama pasca salat Jumat (2/8) lusa mendatang. Sementara di luar agama Islam, bisa melaksanakan ibadah sesuai kepercayaan dan keyakinannya masing-masing.
"Kami menyerukan umat Islam khususnya untuk melakukan salat gaib setelah salat Jumat lusa, di seluruh masjid di Tanah Air, dan pada umat agama lain silakan berdoa menurut caranya masing-masing," ujar Din Syamsuddin
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu. menegaskan meski Haniyeh telah wafat bukan berarti menyurutkan semangat rakyat Palestina dan negara pendukungnya untuk terus berjuang melawan zionis Israel
"Kita berharap kepergian ke rahmatullah Ismail Haniyeh tidak akan mengendurkan sama sekali rakyat Palestina khususnya dan umat cinta damai keadilan dan kebenaran untuk terus berjuang sampai merdekanya Palestina. Dan sekali lagi enyahnya zionis Israel" kata Din Syamsuddin.
Duka cita mendalam atas wafatnya Haniyeh juga disampaikan Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla. Ia berharap arwah Haniyeh diterima Tuhan Yang Maha Esa.
"Innalillahi wa inna illahi rajiun atas tewasnya Ismail Haniyeh di waktu subuh. Semoga arwah beliau diterima Allah SWT," ujar JK, sapaan akrab Jusuf Kalla kepada Din Syamsuddin melalui sambungan seluler yang diperdengarkan ke wartawan saat konfrensi pers masih berlangsung.
JK menegaskan Indonesia akan tetap mendukung perjuangan Hamas untuk merebut kemerdekaan Palestina dari tangan zionis Israel
"Kita semua tentu mendukung perjuangan Hamas untuk memerdekakan negerinya dari Israel," tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru Lianto, Kamis (1/8).
Lebih lanjut JK, dirinya mengenal sosok Haniyeh sebagai pemimpin yang baik, pintar dan pejuang. Bahkan ia pernah melakukan pertemuan membahas situasi Israel dan Hamas.
Karenanya sebagai penghormatan terakhir kepada Haniyeh, dirinya bersama Din Syamsuddin akan bertolak ke Qatar untuk menghadiri pemakaman Haniyeh, pada Kamis (1/8) malam.
""Saya berangkat besok malam karena dia minta saya kita mewakili Indonesia di sana, nah saya bilang ajak Pak Din. Tapi tiketnya sangat sulit. Jadi pakai Garuda beda setengah jam," kata JK
Perlu diketahui wafatnya pejuang Hamas Ismail Haniyeh dikabarkan melalui situs resmi Pasukan Garda Revolusioner Iran (IRGC) pada Rabu (31/7/2024),
Situs itu mengabarkan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan pengawalnya tewas setelah tempat tinggal mereka di Teheran diduga diserang Israel.